about me

Foto saya
blog untuk belajar tentang forex
Tampilkan postingan dengan label analisa teknikal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label analisa teknikal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Juli 2014

8 - 9 Juli 2014 : Manufacturing Production Inggris Dan CPI China

Selasa, 8 Juli 2014 :
Jam 14:15 WIB
: data CPI Swiss bulan Juni 2014 (Berdampak medium pada CHF)
CPI adalah indikator utama guna mengukur tingkat inflasi di Swiss, dan karena perekonomian Swiss tidak sebesar negara-negara mata uang utama lainnya, maka data yang dirilis adalah CPI total (termasuk konsumsi makanan dan bahan bakar) dan tidak ada kategori CPI inti (Core CPI) seperti pada umumnya negara lain. Dimasa lalu Swiss franc dikenal reputasinya sebagai mata uang yang anti inflasi dan safe haven currency, tetapi saat ini justru deflasi sedang mengancam Swiss walau tidak separah di Jepang. Suku bunga Swiss National Bank (SNB) adalah yang terendah setelah Bank of Japan (BoJ).

Dalam 4 bulan terakhir tingkat inflasi di Swiss kembali positif setelah beberapa bulan sebelumnya selalu negatif. Bulan Mei lalu CPI total naik 0.3%, lebih tinggi dari perkiraan 0.2% dan bulan April yang 0.1%. Untuk bulan Juni 2014 diperkirakan CPI total akan kembali naik 0.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan CHF.

Jam 15:30 WIB: data Manufacturing Production dan Industrial Production Inggris bulan Mei 2014 (Berdampak tinggi pada GBP)
Data Manufacturing Production biasanya lebih berdampak dibandingkan Industrial Production yang dirilis pada waktu yang bersamaan. Sektor manufaktur sangat erat hubungannya dengan tenaga kerja, tingkat pendapatan dan tingkat pengeluaran konsumen. Manufacturing Production atau Factory Production adalah leading indicator bagi laju perekonomian Inggris pada umumnya dan sektor ini di Inggris mempunyai porsi sekitar 80% dari total output produksi, oleh karenanya data ini lebih berdampak. Sektor industri mencakup pertambangan serta jenis industri lain yang non-manufaktur. Rilis data berupa persentasi perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.

                                             

Bulan April lalu produksi sektor manufaktur Inggris meningkat 0.4%, sesuai dengan perkiraan tetapi lebih rendah dari bulan Maret yang naik 0.5%. Industrial production juga naik 0.4%, sesuai dengan perkiraan dan lebih tinggi dari bulan Maret yang naik 0.1%. Untuk bulan Mei 2014 diperkirakan Manufacturing Production akan kembali naik 0.5% dan Industrial production akan naik 0.3%. Hasil rilis yang lebih besar dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.
(Baca juga: Trading GBP/USD Dengan Manufacturing Production Inggris 8 Juli 2014)

Jam 21:00 WIB: data Job Openings and Labor Turnover Summary (JOLTS) AS bulan Mei 2014 (Berdampak medium pada USD)
Data yang dirilis setiap bulan oleh biro statistik tenaga kerja AS ini mengukur jumlah lapangan pekerjaan baru yang tersedia di seluruh AS diluar sektor pertanian selama kurun waktu sebulan. Informasi jenis pekerjaan baru tersebut bisa diperoleh dari Job Fair yang diadakan secara rutin di seluruh negara bagian. Meski dirilis sebulan lebih lambat dari perubahan jumlah tenaga kerjanya (Non-Farm Payrolls), tetapi akhir-akhir ini dampaknya semakin kelihatan karena dianggap sebagai leading indicator bagi kondisi tenaga kerja secara keseluruhan.

Seiring dengan kenaikan data Non-Farm Payrolls di bulan April lalu, ketersediaan lapangan pekerjaan di AS pada bulan tersebut naik ke angka 4.46 juta dibandingkan Maret yang 4.17 juta. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan 4.04 juta dan yang tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Dengan terus membaiknya pasar tenaga kerja di AS, analis memperkirakan ketersediaan lapangan kerja bulan Mei akan naik ke angka 4.53 juta. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung memperkuat USD.

Jam 21:00 WIB: Estimasi GDP Inggris oleh National Institute of Economic and Social Research (NIESR) bulan Juni 2014 (Berdampak medium pada GBP)
Data ini adalah prediksi GDP bulanan Inggris yang secara formal dirilis tiap kwartal. Rilis data ini kadang-kadang bisa berdampak tinggi. Bulan Mei lalu diprediksi GDP Inggris tumbuh 0.9%, lebih rendah dari prediksi April yang 1.1%. Untuk rilis bulan Juni 2014 pasar tidak memberikan perkiraan, dan jika rilis data perkiraan lebih besar dari bulan sebelumnya (0.9%) maka akan cenderung mendukung penguatan GBP.

Rabu, 9 Juli 2014 :
Jam 07:30 WIB
: indeks Westpac Consumer Sentiment Australia bulan Juli 2014 (Berdampak medium pada AUD)
Data yang dirilis oleh Westpac Banking Corporation ini sering disebut juga dengan Westpac Consumer Confidence. Hasil rilis menunjukkan persentasi perubahan dari rilis sebelumnya. Data ini dibuat berdasarkan survey terhadap 1200 konsumen mengenai tingkat kondisi perekonomian Australia yang akan datang, kondisi tenaga kerja dan iklim bisnis, dan adalah indikator awal untuk pengeluaran konsumen.

Bulan Juni lalu angka kepercayaan konsumen ini naik ke angka 0.2% dibandingkan bulan Mei yang -6.8%. Untuk bulan Juli 2014 analis tidak memberikan perkiraan, dan jika hasil rilis lebih besar dari persentasi perubahan data sebelumnya (0.2%) maka akan cenderung memperkuat AUD.

Jam 08:30 WIB
: data CPI China bulan Juni 2014 (year over year) (Berdampak tinggi pada AUD dan CAD, berdampak medium pada NZD dan EUR)
Indikator CPI mengukur perubahan harga barang dan jasa ditingkat konsumen yang lazim dibuat rujukan sebagai tingkat inflasi. Data yang berdampak adalah CPI total year over year (y/y). China adalah partner dagang utama Australia dan Canada, dan tingkat inflasi China yang tinggi akan membuat bank sentral China menerapkan uang ketat yang akan berdampak negatif pada AUD dan CAD. Sebaliknya tingkat inflasi China yang rendah akan berdampak positif pada kedua mata uang komoditi tersebut.

Disamping itu NZD dan EUR juga akan terkena dampak mengingat China adalah salah satu tujuan utama ekspor negara-negara kawasan Euro dan Selandia Baru. Untuk bulan Juni 2014 diperkirakan CPI total China (y/y) akan kembali naik 2.4% dibandingkan Mei yang juga naik 2.5%.
Seperti telah disebutkan sebelumnya hasil rilis yang lebih kecil dari perkiraan akan cenderung memperkuat AUD dan CAD dan berdampak positif pada NZD dan EUR.

Emas Rebound Nantikan Rilis Notulensi FOMC Juni 2014

Harga emas rebound menguat ke level tinggi tiga bulan di sesi Asia pada Selasa (08/07). Penguatan ini masih diakibatkan oleh penilaian investor tentang waktu pelaksanaan kenaikan suku bunga AS. Selain itu, para spekulator sibuk mengambil untung dari melemahnya harga logam mulia, khususnya emas fisik, dalam beberapa waktu terakhir.

emas
Menurut data Bloomberg, harga bullion untuk pengiriman segera merosot sebanyak 0.2 persen ke harga $1,317.36 per ons dan menyentuh harga $1,317.91 pada pukul 11:07 pagi di Singapura.

Sedangkan di Comex New York, harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada $1,318.70 per troy ons atau naik sebanyak 0.13%. Pada sesi perdagangan sebelumnya, harga emas menyentuh level rendah di $1,312.50 dan level tinggi di $1,321.70.

Hingga Senin malam tadi, harga emas masih melanjutkan penurunan, meresapi apiknya data NFP AS yang dilaporkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada akhir pekan lalu. Namun harga emas mengalami rebound pada pagi hari ini dikarenakan oleh para investor yang tengah menanti rilisnya notulensi rapat FOMC yang telah digelar pada tanggal 17-18 Juni lalu. Hasil rapat tersebut akan diumumkan pada hari Kamis (10/07) dini hari.

"Ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga telah menekan harga emas. Logam mulia tersebut diprediksi akan tetap flat hingga para investor mendapatkan pencerahan yang lebih jelas dari The Fed terkait pelaksanaan kenaikan suku bunga." demikian dikemukakan oleh Sarah Xie, analis Wing Fung Financial Group Ltd., kepada Bloomberg.


Senin, 07 Juli 2014

dollar masih menguat di mata uang lain

Pelemahan New Zealand Dollar Berlanjut


Analisa Teknikal – Sejalan dengan analisa kita sebelumnya,dollar New Zealand melanjutkan pelemahan hingga area support yang berada di 0.8716. Support tersebut merupakan support kunci harian, sehingga jika tembus kemungkinan besar akan memicu pelemahan lebih lanjut hingga kisaran 0.8698-08679.
Meskipun demikian kita bisa melihat bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 1 jam. Maka dari itu kita perlu mewaspadai pull-back hari ini dengan sasaran hingga area resistance di 0.8744. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal sell dengan potensi target kembali ke kisaran 0.8733-0.8716.
Berhati-hatilah jika harga tembus ke atas 0.8774 karena hal tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat NZD/USD hingga kisaran 0.8772-0.8789.
Smart+Trade+Forex+|+Belajar+Trading+Forex

USD/CHF Masih Dalam Bias Bullish


Secara umum USD/CHF masih berada dalam bias bullish. Pada saat analisa ini dibuat, pair tersebut masih menguji area resistance yang berada di 0.8953. Penembusan atas resistance itu bisa berarti sinyal bullish yang kemungkinan besar akan diikuti oleh pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 0.8977-0.9003.

Perhatikan bahwa indikasi jenuh beli telah terlihat pada stochastic dan CCI 1 jam. Sebagai skenario alternatif, waspadai juga koreksi yang mungkin akan terjadi ke area support yang cukup lebar, yaitu kisaran 0.8929-0.8990. Area tersebut juga merupakan referensi untuk mencari sinyal beli dengan potensi rebound kembali ke kisaran 0.8953.
Berhati-hatilah jika support 0.8890 tembus sebab itu akan berarti perubahan bias intraday menjadi bearish dan kemungkinan akan menekan USD/CHF hingga ksiaran 0.8875-0.8852.
Smart+Trade+Forex+|+Belajar+Trading+Forex

Yen Konsolidasi, Analisa Sebelumnya Masih Berlaku


Belum ada perubahan yang signifikan pada analisa hari ini untuk USD/JPY. Pergerakan USD/JPY yang cenderung berada dalam fase konsolidasi membuat analisa sebelumnya masih bisa dipergunakan sebagai referensi trading. Pelemahan yen masih mungkin akan berlanjut, terutama jika harga mampu tembus ke atas 102.26. Penembusan tersebut bisa menjadi sinyal untuk mengambil posisi beli dengan sasaran hingga kisaran 102.46-102.68.

Di sisi lain perhatikan juga bahwa stochastic telah memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 1 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan koreksi hingga area support di  kisaran 101.93-101.73. Sebagai strategi alternatif, cari konfirmasi sinyal beli di area tersebut dengan potensi target rebound hingga kisaran 102.05-102.26.
Hati-hati jika support 101.73 tembus sebab hal tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USD/JPY hingga kisaran 101.60-101.40.
Smart+Trade+Forex+|+Belajar+Trading+Forex

GBP/USD Konsolidasi; Bagaimana Peluangnya?


GBP/USD tampaknya memasuki fase konsolidasi seiring pergerakan sideways yang terlihat di chart 1 jam. Pada saat analisa ini ditulis, harga tengah menguji support yang berada di 1.7139. Pada saat yang sama, stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual. Dengan demikian untuk hari ini GBP/USD berpeluang untuk rebound hingga kisaran 1.7160-1.7179. Yang perlu kita cari adalah konfirmasi sinyal buy yang muncul ketika harga berada di area support 1.7139.

Begitupun, waspadalah jika harga berhasil jatuh ke bawah 1.7129 sebab hal tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bearish dan berpotensi akan menekan poundsterling hingga kisaran 1.7117-1.7098 terhadap USD.
Smart+Trade+Forex+|+Belajar+Trading+Forex

Euro Masih Lemah; Bagaimana Strateginya?


Euro masih berada dalam tren pelemahan terhadap USD. Pada saat analisa ini ditulis, EUR/USD masih bergerak di bawah trendline turun sebagaimana yang terlihat di chart 1 jam. Harga tengah menguji support kunci harian di 1.3580. Pelemahan euro diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus dengan sasaran hingga kisaran 1.3561-1.3539.
Sebagaimana biasa, kita tetap memiliki strategi alternatif untuk mencari posisi sell. Hari ini, perhatikan area trendline serta resistance 1.3612 untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi target hingga kisaran 1.3600-1.3580.
Waspadalah jika trendline – dan resistance 1.3612 – tembus, sebab jika demikian bias intraday akan berubah menjadi bullish dan kemungkinan besar akan mengangkat EUR/USD hingga kisaran 1.3644-1.3663.
Smart+Trade+Forex+|+Belajar+Trading+Forex


Aussie Masih Dalam Tekanan


Secara umum Aussie masih berada di bawah tekanan bearish, namun momentumnya mulai berkurang seiring pergerakan sideway yang terlihat di chart 1 jam. Level 0.9327 masih menjadi support kunci intraday. Jika Anda suka menggunakan strategi breakout, tembusnya support tersebut merupakan sinyal untuk mengambil posisi sell dengan potensi target hingga kisaran 0.9285-0.9239. Ingat: penembusan yang terjadi harus valid.
Di sisi lain, perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 1 jam. Dengan demikian ada kemungkinan pull-back hari ini. Sebagai alternatif strategi sell, perhatikan area 0.9394-0.9436, dengan perhatian khusus pada level Fibonacci 50% yaitu 0.9415 untuk mencari konfirmasi sinyal sell dengan potensi target hingga kisaran 0.9369-0.9327.
Berhati-hatilah jika harga tembus ke atas 0.9436 tembus karena hal tersebut akan mengembalikan bias bullish dan berpotensi akan mengangkat Aussie hingga kisaran 0.9462-0.9504.
Smart+Trade+Forex+|+Belajar+Trading+Forex

nikkei konsolidasi,perhatikan level support resistance

Analisa Teknikal – Pada perdagangan awal minggu ini Nikkei untuk intraday seperti terlihat pada grafik TF 1 jam dibawah cenderung mengalami fase konsolidasi dan saat ini Nikkei tertahan di antara range 15420 – 15530.
Perhatikan kedua support resistance tersebut (baca lebih lanjut tentang support resistance). Jika dilihat dari stochastic oscilator dan CCI yang mengarah ke bawah memberikan peluang bagi Nikkei untuk turun terlebih dahulu, jika skenario ini yang terjadi perhatikan support di level 15420, jika support ini berhasil bertahan maka Nikkei berpotensi untuk kembali rebound dengan target di kisaran 15480 – 15530. Tetapi hati hati jika support tersebut berhasil di tembus karena hal ini bisa membuat bias intraday Nikkei menjadi bearish dan akan menekan Nikkei lebih lanjut dengan target support berikutnya di level 15315.
Namun apabila ternyata Nikkei naik dan berhasil menembus resistance di level 15530 terlebih dahulu maka Nikkei akan melanjutkan bias bullishnya dengan target selanjutnya Nikkei akan mencoba test resistance berikutnya di level 15610.
Smart+Trade+Forex+|+Belajar+Trading+Forex

Kospi Tembus Channel, Uji Support 260.30

Pergerakan intraday Kospi dilihat dari chart TF 1 jam diatas cenderung dalam bias bearish setelah Kospi berhasil menembus support dari channel uptrend (baca lebih lanjut tentang channel) dan saat ini Kospi tertahan support di level 260.30. Jika level support ini berhasil di tembus maka Kospi untuk bias intraday akan melanjutkan bearishnya dengan potensi Kospi ke bawah dengan target akan mencoba test support berikutnya di level 259.15.
Namun jika dilihat dari stochastic oscilator dan CCI yang berada di area oversold memberikan peluang bagi Kospi untuk terkoreksi, jika skenario ini yang terjadi perhatikan resistance di level 261.55 untuk mencari konfirmasi sinyal jual dengan potensi rebound hingga level 260.30 – 261.00.
Tetapi hati hati jika resistance di level 261.55 berhasil di tembus karena ini bisa merubah bias intraday kospi menjadi bullish dan akan berpotensi mengangkat kospi hingga level 262.85
Smart+Trade+Forex+|+Belajar+Trading+Forex

Hangseng Konsolidasi, Perhatikan Support dan Resistance

Dari chart TF 1 jam di bawah hangseng terpantau masih dalam fase konsolidasi dan terjebak di range area 23489 – 23634. Perhatikan ke dua level kunci ini untuk melihat pergerakan intraday hangseng hari ini.
Jika hangseng naik dan berhasil menembus resistance di level 23634 maka hangseng akan melanjutkan bias bullishnya dengan potensi hangseng akan mencoba test resistance berikutnya di level 23779.
Namun jika ternyata hangseng turun dan berhasil menembus support di level 23489 maka bias intraday hangseng berubah menjadi bearish dengan potensi hangseng akan turun dan mencoba test support berikutnya di level 23344.
Smart+Trade+Forex+|+Belajar+Trading+Forex